Rabu, 01 Mei 2013

Laba Bank Syariah Bukopin Meroket 171% di 3 Bulan Pertama 2013


Jakarta - PT Bank Syariah Bukopin berhasil mencatat laba bersih Rp 9,11 miliar di 3 bulan pertama tahun 2013. Angka tersebut meningkat tajam 171,5% dibandingkan pada 3 bulan pertama tahun 2012 yang sebesar Rp 3,3 miliar.

Peningkatan laba bersih ditopang oleh tingginya pembiayaan yang disalurkan Bank Syariah Bukopin. Total pembiayaan mencapai sebesar Rp 2,704 triliun di Maret 2013 atau meningkat 33,60% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp 2,024 triliun. Hal ini membuat total aset juga meningkat sebesar Rp 3,648 triliun atau tumbuh 35,85% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dikutip dari siaran persnya, Rabu (2/5/2013), Dana pihak ketiga (DPK) Bank Syariah Bukopin juga meningkat sangat signifikan sebesar 37,47% atau menjadi Rp 3,080 triliun dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 2,240 triliun.

Pada kesempatan yang sama, Bank Syariah Bukopin kembali melakukan ekspansi jaringan kantor dengan membuka Kantor Kas Bank Syariah Bukopin Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) di Jalan Perintis Kemerdekaan I/33 Tangerang.

"Sejalan dengan visi BSB yaitu Menjadi Bank Syariah Pilihan dengan Pelayanan Terbaik, maka melalui Kantor Kas baru ini BSB berharap layanan yang ada bisa lebih mudah dan diterima masyarakat khususnya lingkungan Kampus Universitas Muhammadiyah Tangerang dengan kemudahan akses yang tersedia," ungkap Direktur Bisnis Bank Syariah Bukopin, Harry Harmono Busiri.

Harry melanjutkan, keberadaan Kantor Kas Bank Syariah Bukopin di Kampus Universitas Muhammadiyah Tangerang khususnya melayani traksaksi perbankan mahasiswa dan karyawan Kampus Universitas Muhammadiyah Tangerang dan diperuntukkan bagi masyarakat disekitar Tangerang pada umumnya.

Bank Syariah Bukopin saat ini didukung oleh jaringan kantor sebanyak 10 (sepuluh) Kantor Cabang, 7 (tujuh) Kantor Cabang Pembantu, 5 (lima) Kantor Kas, 53 (limapuluh tiga) Kantor layanan Syariah, dan ATM jaringan Bank Bukopin, ATM Prima, dan ATM Bersama.

Harry juga mengatakan, Bank Syariah Bukopin berkeyakinan dengan dibukanya Kantor Kas ini akan terus mengembangkan usaha sesuai rencana bisnis yang telah dikaji dengan mempertimbangkan potensi, risk management, dan asas-asas prudential banking.

"Kami sudah melakukan penetrasi lebih dalam terhadap market. Untuk produk dana murah kami targetkan tumbuh sekitar 30%, kami coba pertahankan di kisaran itu. Secara keseluruhan DPK kita harapkan tumbuh 30% - 40%," kata Harry.

Source : http://finance.detik.com/read/2013/05/02/092458/2235948/5/laba-bank-syariah-bukopin-meroket-171-di-3-bulan-pertama-2013?

Post by : Rhafica Azmi

Ekuitas Pemegang Saham – Laba ditahan


Komponen Ekuitas : 1. Modal disetor
                                 2. Tambahan Modal
                                 3. Laba ditahan
Laba ditahan : Laba yang diakumulasi kan dari laba pada periode sebelumnya yang tidak dibagikan kepada pemegang  saham.
Deviden : alokasi laba bersihuntuk pemegang saham.
§  Deviden terbagi atas beberapa macam, tetapi yang sering digunakan adalah deviden tunai dan deviden saham.
§  Deviden biasanya diumumkan oleh Dewan komisaris.
§  Deviden merupakan daya tarik bagi investor untuk menanamkan modal pada suatu perusahaan.
§  Pengumuman deviden berarti mengurangi laba ditahan.
Jurnal : (Dr) Deviden                xxx
            (Cr) Utang Deviden                  xxx                   (Sebelum dibagi)

            (Dr) utang deviden       xxx
            (Cr) Kas                                    xxx                   (Setelah dibagi)

Jurnal Penutup : (Dr) Laba ditahan      xxx
                           (Cr) Deviden                          xxx

Pada laporan Laba Rugi
Pendapatan
Beban                         tanggal pengumuman
Laba ditahan               Tanggal penutupan

3 syarat pembagian Deviden
1.      Tersedianya laba ditahan, cukup uang kas dan ada tindakan resmi dari komisaris
2.      Tidak ada kaitan antara laba ditahan dengan saldo kas " Accrual basis
3.      Pemberian deviden tunai tidak mempengaruhi jumlah saham pemegang saham tetapi mempengaruhi total sekuritas dan aktiva.

a.       Deviden Tunai
Jurnal pengumuman deviden :
(Dr) Deviden tunai                   " dalam laporan perubahan ekuitas
(Cr) Utang deviden                   " pada neraca ( dikewajiban lancar )

Pada laporan perubahan Modal
Modal awal                               xxx
Laba bersih       xxx
( ̶ ) Deviden      (xxx)
( ̶ ) Prive           (xxx)                         +
Penambahan modal                  xxx
Modal Akhir                             xxx

Contoh : Tanggal 6/12/2010, Dewan komisaris PT ABC mengumumkan deviden sebesar Rp 72 atas 100.000 lembar saham biasa yang beredar dengan nilai pari Rp 1440 / lembar. Buat perhitungan dan jurnal.

Perhitungan : Deviden tunai = 100.000 lembar x Rp 72 = Rp 7.200.000
Jurnal : (Dr) Deviden tunai       Rp 7.200.000
            (Cr) Utang deviden                               Rp 7.200.000

b.      Deviden saham
Deviden saham dibagikan dalam bentuk saham. Mengurangi laba ditahan dan menambah modal disetor serta tidak mempengaruhi aktiva.
Diukur dengan nilai pasar wajar saat ini.

Jurnal pengumuman deviden saham
(Dr) Deviden saham
(Cr) Deviden saham yang dapat dibagikan
(Cr) Kelebihan atas nialai pari saham biasa (Agio/Disagio)

Contoh : Tanggal 18/12/2010 diumum deviden saham sebesar 8% atas 100.000 lembar saham biasa yang beredar dengan nilai pari Rp 1440 / lembar. Harga pasar saham saat deviden diumumkan adalah Rp 1620 / lembar. Deviden dibagikan tanggal 18/1/2011. Buat Perhitungan dan Jurnal.

Perhitungan : Deviden saham = 8% x 100.000 = 8000 lembar
                       Nilai Pasar = 8000 lembar x Rp 1620 = Rp 12.960.000
                       Nilai Nominal = 8000 lembar x Rp 1440 = Rp 11.520.000
                       Agio = Rp 12.960.000 – Rp 11.520.000 = Rp 1.440.000

Jurnal Pengumuman saham :
(Dr) Deviden saham                                       Rp 12.960.000
            (Cr) Deviden saham yang di bagikan                             Rp 11.520.000
            (Cr) Agio (disagio) saham biasa                                      Rp   1.440.000

Jurnal pembayaran saham :
(Dr) Deviden saham yang dapat dibagikan        Rp 11.520.000
            (Cr) Saham biasa                                                           Rp 11.520.000
(*Deviden saham yang dapat dibagikan akan dihapus pada saat dibagikan)

Transaksi yang mempengaruhi laba ditahan
1.      Laba / rugi bersih
2.      Deviden
3.      Koreksi kesalahan
4.      Perubahan Kebijakan akuntansi
5.      Transaksi saham treasury
6.      Konversi saham preferen

Jurnal Pencadangan laba ditahan
(Dr) Laba ditahan yang tidak dicadangkan
(Cr) Laba ditahan yang dicadangkan

Contoh : Tanggal 29/3/2010 disetujui pembentukan aprosiasi (cadangan) laba ditahan sebesar Rp 50.000.000. buat jurnal pencadangan laba ditahan.
Jurnal : (Dr) Laba ditahan yang tidak dicadangkan       Rp 50.000.000
(Cr) Laba ditahan yang dicadangkan                                         Rp 50.000.000

Jurnal Penutup :
Q (Dr) Ikhtisar L/R
                (Cr) Laba ditahan yang tidak dicadangkan

             Q (Dr) Laba ditahan yang dicadangkan
                 (Cr) Ikhtisar L/R

Contoh kasus :
a)       Lotus Corp. Mengumumkan deviden tunai seharga $1,50 persaham atas 2 juta lembar saham yang beredar. Deviden diumumkan pada tanggal 1/7 dan dibayar 9/9 kepada pemegang saham. Tercatat 15/7jurnal atas tanggal tersebut. Buat perhitungan dan jurnal.
Penyelesaian : $1,50 x 2.000.000 lembar = $3.000.000
Jurnal  1/7 : (Dr) Deviden tunai                       $3.000.000
                     (Cr) Utang deviden                                       $3.000.000
           
            Jurnal 9/9 : (Dr) Utang deviden           $3.000.000
                                (Cr) Kas                                               $3.000.000

b)      Rainbow Corp. Menerbitkan 5 juta saham dan sudah beredar. Nilai pari $32 dan nilai pasar $40. Buat jurnal dengan asumsi deviden saham 10%.
Penyelesaian : Deviden saham : 10% x 5.000.0000 lembar = 500.000 lembar
                       Nilai pasar : 500.000 lembar x $40 = $20.000.000
                       Nilai nominal : 500.000 lembar x $32 = $16.000.000
                       Agio : $20.000.000 - $16.000.000 = $4.000.000

Jurnal : (Dr) Deviden saham                              $20.000.000
            (Cr) Deviden saham yang dapat dibagikan                     $16.000.000
            (Cr) Agio saham biasa                                                      $  4.000.000

Jurnal pembayaran : (Dr) Deviden yang dapat dibagikan           $ 16.000.000
                                (Cr) Saham biasa                                                   $16.000.000

c)       Microsoft Corp. Mempunyai laba ditahan sebesar $2.100.000 pada 31/12/2001. Direksi memutuskan untuk mengaprosiasi laba ditahan sebesar $800.000 untuk kontijensi legal. Buatlah jurnal dan laporan laba ditahan setelah dicadangkan.
Jurnal : (Dr) Laba ditahan yang tidak dicadangkan       $800.000
            (Cr) Laba ditahan yang dicadangkan                                         $800.000

Laporan Laba ditahan
Laba ditahan yang tidak dicadangkan
            Saldo awal
            Laba bersih                                     $2.100.000
            Dicadangkan untuk kontijensi      ($  800.000)
                                                                    $1.300.000
Laba ditahan yang dicadangkan
            Saldo awal                                         ̶
            Dicadangkan untuk kontijensi         $800.000
                                                                                                  $800.000  +
            Total Laba ditahan                                                       $2.100.000


Post By : Rhafica Azmi

Senin, 15 April 2013

Contoh Soal Ekuitas Pemegang Saham

Soal 1 :

D'cost Corporation menerbitkan 300 lembar saham biasa, dengan nilai pari $10 seharga $4100 . buatlah perhitungan beserta ayat jurnalnya !

Jawab : Nilai jual        :                             $ 4100
             Nilai nominal :   300 lbr x $10  = $ 3000 -
                                                                  1100

jurnal : Kas                           $4100      
              Saham biasa                     $3000
              Agio Saham Biasa            $1100


Soal 2

Lotus Turbo Inc. menerbitkan 200 lembar saham biasa dengan nilai pari $5 seharga $850. buat perhitungan dan ayat jurnalnya !

jawab : Nilai jual        :                       $  850
            Nilai nominal  : 200lbr x $5 = $1000 -
                                                         ($ 150)

jurnal :

Kas                               $  850
Disagio saham biasa      $   150
             Saham biasa                  $1000


sekiaaannn.... semoga bermanfaat (by qonita)        
                  

EKUITAS PEMEGANG SAHAM

Perbedaan antara Modal dan Ekuitas :

Modal    : berasal dari pemegang saham, dapat berupa aktiva (tidak hanya berupa uang)
Ekuitas   : bukan hanya modal tetapi juga termasuk laba di tahan (deviden yang tidak di bagikan)

Jenis - Jenis Perusahaan :

1. Perusahaan Perseorangan, di dirikan oleh perseorangan
2. Peseroan Terbatas (PT), di dirikan oleh lebih dari satu orang (tapi tidak melibatkan harta pribadi)
3. CV/Firma, di dirikan oleh lebih dari satu orang (melibatkan harta pribadi, apabila bangkrut seluruh harta   yang di miliki dapat di ambil alih untuk menutupi kerugian)

Modal Perseroan :

1. Saham (Biasa dan Preferen) :
    a. Modal disetor/dikontribusi [selain laba ditahan]
    b. Tertulis dalam akte, AD-ART
    c. Sertifikat saham [nama PT, nilai pari,nama pemegang, kelas saham, jumlah dimiliki]
 2. Laba ditahan :
     Jurnal ditutup ke ikhtisar LR dan deviden ditutup ke laba ditahan
 3. Hak Pemegang Saham :
     a. Hak suara
     b. Hak atas laba (deviden)
     c. Hak membeli tambahan saham baru
     d. Hak residual claim--> jika dilikuidasi

Modal Disetor :
     a. modal dasar/otorisasi: jumlah maksimal lembar saham yang dapat diterbitkan,tercantum dalam akte
         ketentuan : - merupakan modal awal pendirian dan antisipasi kebutuhan masa datang
                          - jika telah lebih dari dasar, akta harus dirubah tidak ada jurnal tapi harus ada di CLK
     b. modal disetor/beredar :
        - diterbitkan dengan nilai pari. tercantum dalam sertifikat
        - di beberapa negara, bisa diterbitkan tanpa nilai pari
        - selain saham biasa, bisa diterbitkan saham preferen

Perbedaan antara saham biasa dan saham preferen :
    a. Ketika mengalami kerugian :
        Saham preferen lebih diutamakan kedua untuk di lunasi setelah obligasi . Setelah melunasi obligasi dan
        saham preferen baru lah saham di lunasi .
    b. Ketika pembagian deviden :
        Sama seperti ketika terjadi kerugaian maka ketika pemabagian deviden pun saham preferen lebih
        di utamakan kebanding saham biasa, tetapi tetap obligasi yg lebih di utamakan sebelum saham preferen
    c. Hak dalam RUPS :
        Pemilik saham biasa memiliki hak suara dalam RUPS sedangkan saham preferen tidak
    d. yang terakhir, pemegang saham biasa merupakan pemegang saham utama sedangkan saham preferen
        hanya memiliki kekhususan bukan pemegang saham utama.

Hak Pemegang Saham :
     1. Hak suara ( Pemegang saham biasa)
     2. Hak atas laba
     3. Hak membeli tambahan saham baru
     4. Hak residual klaim

 sekian catatan kuliah tetntang ekuitas pemegang saham... semoga dapatt bermanfaaatt ^^ (by qonita)
     

   
     
       



Kamis, 14 Maret 2013

Long Term Liabilities (Kewajiban Jangka Panjang)

 


Kewajiban Jangka panjang memiliki karakteristik, jangka waktu kurang dari 1 tahun, transaksi terjadi pada masa lalu yang memiliki manfaat di masa depan, dan memiliki ketentuan dan pembatasan contohnya suku bunga, jatuh tempo, provisi penarikan, jaminan, dsb.

Ada 5 jenis kewajiban jangka panjang, yaitu :
1. Hutang Obligasi
2. Wesel Bayar Jangka Panjang
3. Hutang Hipotik
4. Kewajiban Pensiun
5. Kewajiban lease

1.Hutang Obligasi 
 
   Obligasi yaitu surat utang yang berbentuk sertifikat yang bisa dipecah menjadi unit-unit terkecil dan memiliki nilai nominal yang dapat dijual langsung melalui bank investasi, pasar sekunder (bursa) dengan pembayaran bunga secara periodik.

Jenis Obligasi
a. Dengan jaminan dan tanpa jaminan
    contoh dengan jaminan, obligasi hipotik dengan jaminan berupa klaim atas real estat; obligasi jaminan saham atau obligasi perusahaan lain
    contoh obligasi tanpa jaminan, obligasi beresiko tinggi
b. Berjangka; berseri dan dapat ditebus
    Berjangka, punya 1 tanggal jatuh tempo
    Berseri, punya beberapa tanggal pembayaran angsuran
    Dapat ditebus, hak penerbit untuk menarik obligasi sebelum jatuh tempo
c. Konvertibel, didukung komoditas, diskonto besar
    Konvertibel, bisa dikonversi menjadi sekuritas lain
    Didukung komoditas, bisa ditebus dengan komoditas (cth : minyak, dsb)
    Diskonto besar, bunga dalam bentuk lain, bukan tunai
d. Atas nama dan atas unjuk
    Atas nama, diterbitkan atas nama pemilik
    Atas unjuk, tidak atas nama dan bisa ditransfer ke pemilik lain
e. Obligasi Laba dan Pendapatan
    Laba, Bunga hanya dibayar jika ada laba

Post by : Rhafica Azmi

OJK WAJIBKAN IMPLEMENTASI IFRS DI INDONESIA

News
08-03-2013 09:22

Otoritas Jasa Keuangan menilai penerapan IFRS sebagai standard global dalam pelaporan keuangan merupakan sebuah keniscayaan di Indonesia. Namun OJK akan memastikan kesiapan pihak sebelum mewajibkan semua institusi keangan di bawah pengawasannya untuk menerapkan sistem ini.

Ketua OJK, Muliaman D Hadad menyatakan, OJK sebagai otoritas keuangan di Indonesia ingin mengimplementasikan standar akuntansi yang baik yang juga telah diterapkan di negara lain. Sehingga ketika dibandingkan, institusi keuangan di Indonesia dengan negara lain berada pada posisi yang sama.

“Sebagai negara anggtota G20 dan penganut ekonomi terbuka, Indonesia perlu menganut sistem pelaporan keuangan yang diterima secara global. Karena itulah Indonesia sudah mulai mengadopsi IFRS,” ujar Muliaman di sela-sela seminar bertajuk “IFRS Dynamic and beyond Impact to Indonesia” yang berlangsung hari ini di Hotel JW Mariot, Jakarta.

“Dengan mengadopsi prinsip-prinsip tersebut akan mudah bai institusi keuangan kita, karena dunia internasional memandang situasi di Indonesia bisa terfleksi dari laporan keuangan yang berlaku secara global. Dan itu akan memancing minat mereka untuk berinvestasi di Indonesia,” ujarnya.

Menurut Muliaman, keterbukaan dan transparansi akan mendorong investor lebih tertarik untuk investasi di Indonesia. Karean itu OJK mendukung proses konvergensi IFRS yang dilakukan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). Apalagi Muliaman menyadari untuk proses implementasi ini untuk membutuhkan upaya tidak kecil karena itu perlu ada tahapan dalam implementasinya, agar para pelaku di Industri tidak kaget.

“kita masih pada tahap awal untuk meningkatkan best practise penerapan IFRS di Indonesia,” ujarnya. Saat ini Indonesia baru menerapkan IFRS 2009, sementara sejumlah negara sudah mulai mengimplementasikan IFRS terbaru 2013.

Sumber : http://www.iaiglobal.or.id

Post by : Rhafica Azmi 

Akuntan Indonesia Gamang Menghadapi AFTA 2015

 


News
14-03-2013 10:51

Majalah Akuntan Indonesia - ASEAN Free Trade Area (AFTA) 2015 semakin membayang di pelupuk mata. Momentum liberalisasi perdagangan dan jasa tersebut tidak hanya melahirkan secuil harapan, tapi justru badai kegelisahan bagi para akuntan. Kekalahan dari segi kuantitas, ‘kualitas’, dan bahasa internasional akuntan nasional dibandingkan negara tetangga menjadi kekhwatiran tak berujung, dalam kompetisi AFTA 2015 mendatang. Akankan kita menjadi ‘macan ompong’ yang kebingungan di negeri sendiri ?

Liberalisasi jasa akuntan se-ASEAN dalam kerangka AFTA 2015, tampaknya bukanlah masalah enteng bagi keprofesian. Persaingan ketat dengan akuntan-akuntan negara tentangga pada medan tersebut, baukanlah persoalan mudah, bila merujuk posisi kekuatan daam peta ASEAN. Kita masih kalah dari segi jumlah. Tak sedikit pula yang menyangsikan kualitas kompetensi akuntan Indonesia bila dibandingkan dengan akuntan-akuntan dari Malaysia, Singapura, dan Filipina.

Data Jumlah Akuntan ASEAN tahun 2010 di masing-masing negara menyebutkan, yang menjadi anggota IAI hampir 10.000. Hal ini jauh tertinggal dengan Malaysia (27.292), Filipina (21.599), Singapura (23.262), dan Thaiand (51.737). Berdasarkan data Pusat Pembinaan Akuntan dan Jasa Penilai (PPAJP) Kementerian Keuangan jumlah akuntan publik di Indonesia juga tidak kalah memprihatinkan dibandingkan dengan negara tetangga. Dengan hanya bermodal 1.000 orang akuntan publik pada tahun 2012, Indonesia tertinggal jauh dengan Malaysia (2.500 akuntan publik), Filipina (4.941 akuntan publik), dan thailand (6.000 akuntan publik).

Padalah Indonesia adalah negara yang besar, dengan perkembangan ekonomi yang mengesankan dan suberdaya alam melimpah, sehingga dibutuhkan banyak akuntan berkualitas untuk mengawal pembangunan ekonomi agar semakin efisien dan efektif dengan kekuatan integritas, transparansi, dan akuntabilitas. Bagi akuntan-akuntan luarnegeri, pasar ekonomi Indonesia adalah medan ekonomi yang menarik dan gurih untuk dicicipi.

Saat ini berdasarkan informasi dari Kepala PPAJP Kementerian Keuangan, Langgeng Subur, Indonesia telah membuka pintu untuk jasa tata buku non-perpajakan. Untuk jasa akuntan publik seperti jasa audit, Indonesia masih sangat berhati-hati untuk mengijinkan liberalisasi jasa ini.

“walaupun Indonesia berusaha menahan liberalisasi jasa  akuntan ini, namun kita harus tunduk pada perjanjian AFTA 2015 yang harus membuka jasa ini untuk lingkup ASEAN pada tahun 2015”, demikian kata Langgeng Subur.

Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) sebagai organisasi terkemuka dan visioner sendiri tak ingin berdiam diri dalam sengkarut kegelisahan tersebut. Program-program manis dan membumi direalisasikan dengan penuh totalitas kepada dunia keprofesian, juga yang tak diabaikan adalah, etika, dan leadersip.

Wakil Menteri Keuangan Mahendra Siregar yang menjadi keynite speaker dalam Ultah IAI ke-55 tersebut mengusung tema, ‘Arah Regulasi Profesi Akuntan Indonesia dalam Menyongsing AFTA 2015’. Menurut Wamenkeu, para pemimpin negara anggota ASEAN telah berkomitmen untuk mempercepat pembentukan Komunitas ASEAN tahun 2015 yang diusulkan dalam visi 2020 ASEAN dan ASEAN Concord II, serta menandatangani Deklarasi Cebu tentang Percepatan Pembentukan Komunitas ASEAN pada tahun 2015.

Untuk itu, para pemimpin Negara ASEAN bakal menandatangani Mutual Recognition Agreement (MRA) untuk profesi Akuntan di ASEAN sebagai persiapan menjelang liberalisasi jasa dan perdagangan ASAN 2015 tersebut. Dengan demikian, semua pemimpin Negara ASEAN sepakat untuk mengubah ASEAN menjadi daerah dengan pergerakan bebas barang , jasa, investasi, tenaga kerja terampil, dan aliran modal, termasuk jasa akuntan.

Cuma sayangnya, Wamenkeu menilai daya saing akuntan Indonesia asih belim menggembirakan bila dibandingkan dengan akuntan negara-negara lainnya karena kesadaran para akuntan untuk updating keilmuan masih terbatas. “Pemerintah pun berkomitmen bakal menuntut akuntan untuk senantiasa memperbaharui keilmuan mereka, sehingga kompetensi dan profesionalisme mereka senantiasa terpelihara dari masa ke masa,” tegas Mahendra.

Dan untuk meningkatkan kualitas akuntan tersebut, kata Mahendra sat pemerintah sudah menerbitkan Peraturan Pemerintah No. 84 tahun 2012 tentang Komite Profei Akuntan Publik yang sudah ditandatangani 15 Oktober 2012 lalu. Regulasi ini sebagai aturan turunan sebagai amanat UU No. 5 tahun 2011 tentang Akuntan Publik.

“PP itu menugaskan Menteri Keuangan untuk membentuk Komite Etik Profesi Akuntan. Pembentukan komite ini bertujuan meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pembinaan, peberdayaan, dan pengawasan terhadap profesi akuntan publik dalam melindungi masyarakat,” kata Wamenkeu.

Ketua DPN IAI Prof. Mardiasmo mengingatkan tanggung jawab kualitas dan kuantitas akuntan sebagai soft infrastructure pembangunan ekonomi bangsa bukan hanya berada di pundak asosiasi profesi seperti IAI, tapi juga harus bersinergi dengan regulasi pemerintah. “Kita berharap pemerintah dapat membantu asosiasi profesi meningkatkan kuantitas dan kualitas akuntan di Indonesia dengan membuat regulasi yang mendukung IAI siap menjadi mitra pemerintah daam memperkuat profesi Akuntan,” imbuhnya.

Sementara itu Direktur Eksekutif IAI Elly Zarni Husin mengemukakan sebaran akuntanpublik yang berjumlah seribuan jumlahnya tidak merata karena lebih dari 50% berada di Jakarta. Kualitas akuntan dalam menghadapi AftA 2015 juga menjadi perhatian federasi akuntan internasional (IFAC), akuntan sebagai profesional harus senantiasa memutakhirkan ilmu dan keahlian mereka. Untuk memperkuat kompetensi angotanya, pada HUT IAI tahun ini IAI juga meluncurkan gelar ‘Chartered Accountant’ kepada anggota utamanya.

“Gelar CA atau chartered accountant akan dianugrahkan kepada angota utama IAI. Pemegang gelar ini akan wajib mengukuti kegiatan Pendidikan Profesional Berkelanjuatan (PPL) yang diselenggarakan oleh IAI atau badan-badan lain yang disetujui. Hal ini untuk memastikan akuntan anggota IAI senandtiasa meningkatkan kompetensinya.” Jelas Elly. ETW/AFM

Sumber : http://www.iaiglobal.or.id 

Post by : Rhafica Azmi